Adopsi Teknologi Big Data Indonesia


Adopsi Teknologi Big Data Indonesia


Pemberitahuan tentang suksesnya implementasi teknologi dari big data di negara-negara maju oleh para perusahaan web service seperti halnya google, facebook dan lain sebagainya. Mungkin sudah cukup sering anda simak. Sebenarnya sukses dalam implementasi teknologi dari big data bukan hanya sektor dari swasta saja, misalnya saja di amerika serikat teknologi dari big data juga telah sukses diterapkan oleh adanya institusi pemerintahan. Sebagai contohnya, sebut saja perusahaan besar NOAA perusahaan yang mengelola lebih dari 30 Petabytes data baru pertahunnya. Data tersebut berasal dari satelit, kapal, pesawat dan lain sebagainya, yang lalu memperdayakan untuk menyediakan layanan cuaca secara lokal dan nasional. Layanan cuaca ini menyediakan berbagai informasi mengenai peringatan cuaca buruk maupun baik untuk sektor terhadap public dan swasta, termasuk juga kedalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Nasa.

Bagaimana dengan kondisi di dalam negeri Indonesia tercinta ini? Dalam hal ini, negara kita Indonesia tidak mau ketinggalan. Adopsi mengenai teknologi big data di dalam negeri ini yang sudah bukan sekedar wacana lagi di tingkat penelitian dan prototype saja, namun sudah di lingkungan institusi pemerintahan. Terlebih lagi jika memperdayakan teknologi yang masih baru, bagi Indonesia, sudah menunjukkan hasil kerja yang nyata pula. Sebut saja perusahaan GRAB, sebuah bisnis inovatif yang sukses merealisasikan berbagai jenis layanan dalam aplikasi GRAB ini. Hal ini dimungkinkan berkat keberhasilan dari GRAB yang membangun back-end dan Big data yang sold dan komprehensif. Kemudian lagi dikalangan pemerintahan ditjen pajak sudah menggelontarkan dana untuk optimalkan penerimaan pajak melalui pemberdayaan big data. Demikian juga dengan BI, telah mengadopsi teknologi yaitu big data sejak lama kira-kira tahun 2014 silam yang memperdayakan dalam perumusan kebijakan yang ada. Kemudian, diikuti dengan bank mandiri yang telah mengalokasikan dana untuk implementasikan teknologi big data demi meningkatnya layanan kredit.

Teknologi untuk amankan pajak negara 


Dalam beberapa tahun terakhr ini, pemerintah gencar memberitakan membangun infrastruktur untuk mengimplemantasikan teknologi big data untuk mengamankan penerimaan pajak. Demi mencapai suatu tujuan tertentu, ditjen pajak mendapatkan dukungan dana hingga 1,5 trilium dari pemerintah pusat.

Potensi apa yang dibidik oleh ditjen pajak dari implementasi dari teknologi big data? Dikatakan bahwa penerapan analisa big data dalam konteks penerimaan pajak yang memiliki banyak potensi, diantaranya: memperkaya profil wajib pajak, melihat banyak potensi, dan mengidentifikasikan resiko ketidak patuhan terhadap wajib pajak. Profil wajib pajak dapat diperkaya dengan informasi mengenai perilaku dan kebiasaan hidup wajib pajak tersebut yang nantinya dapat diperdayakan untuk mengungkap harta ataupun penghasilan yang disembunyikan. Sedangkan relasi antar wajib pajak dapat anda gunakan untuk mendeteksi grup wajib pajak yang saling berhubungan, khususnya adalah dalam finansial, sehingga dapat mengetahui transaksi finansial antara mereka yang terjadi. Hal ini dapat anda manfaatkan untuk membaca pola penipuan ataupun penghindaran pajak yang mungkin ada yang disembunyikan. Kemudian, dengan cara mengidentifikasikan resiko ketidak patuhan setiap wajib pajak, pengawasan dapat difokuskan terhadap wajib pajak. Wajib pajak dengan resiko ketidak patuhan yang cukup tinggi. Pada intinya pemberdayaan big data dengan cara implementasi teknologi big data yang cukup tepat, mengandung potensi yang besar dalam memerangi penghindaran maupun cara penipuan pajak yang terjadi.

Merealisasikan implementasi sebuah teknologi secara big data dalam suatu rangka mengamankan penerimaan pajak, seorang ditjen pajak sudha melaksanakan tender dan membangun sebuah infrastruktur secara big data yang canggih.

Lalu dari mana sumber big data yang dapat diperdayakan oleh seorang ditjen pajak itu? Data yang terbukan untuk konsumsi public atau dikenal dengan OSIN sudah tersedia secara berlimpah di dunia maya internet yang anda dapat menfaatkan oleh siapa saja. Lebih dari itu maka ditjen pajak dapat dikatakan juga telah memiliki sebuah data dari pihak yang ketiga memperoleh lewat kerja sama pertukaran data berupa informasi kepemilikan salah satunya saham.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel